HomeEnergi listrikMembuat Lampu LED Hemat Energi Dengan Rangkaian Sederhana 80800 PM 0 Comments S P C Pencahayaan LED sangat ramah lingkungan dalam berbagai hal. Pertama, Lampu LED menghemat hingga 90% energi dibandingkan bola lampu tradisional dengan output cahaya yang sama. Untuk setiap bola lampu yang Anda ganti dengan lampu LED, Anda akan segera melihat perbedaannya pada tagihan listrik yang lebih rendah. Membuat Lampu LED Hemat Energi Dengan Rangkaian Sederhana Dengan membuat sendiri lampu LED hemat energi, maka biaya yang kita dikeluarkan jauh lebih murah dibanding kita membeli lampu LED yang ada di pasaran. Tidak hanya itu komponen untuk membuat lampu hemat energi ini juga sangat mudah kita dapatkan di toko-toko komponen elektronika yang ada di sekitar tempat kita tinggal. Untuk proses pembuatan lampu hemat ini, pertama sekali yang harus kita lakukan mempersiapkan semua komponen yang diperlukan. komponen yang kita butuhkan sangat sederhana pastinya komponen tersebut setiap toko memiliki patokan harga berbeda di masing-masing toko. Harga komponen di daerah tempat saya tinggal bisa anda lihat daftarnya di bawah iniKomponen 1 buah elco 4,7uF / 450 Volt x 1 = 1 buah resistor ukuran R 470K x 1 = 1 buah resistor ukuran R 330ohm x 1 = 25 buah LED warna putih bening x 25 = 4 buah dioda IN4007 x 4 = 1 buah kapasitor milar 330nF/450 Volt x 1 = Total harga kita keluarkan untuk membeli komponen Lampu LED ini sekitar sedangkan harga lampu LED di tempat saya Rp. 50000 daya lampu 3watt. Bisa dibandingkan membuat lampu LED ini jauh lebih murah dibanding dengan harga lampu LED siap pakai. Pembuatan Untuk mempersingkat artikel ini, langsung saja bagaimana cara membuatnya. Cara membuat lampu LED ini cukup mudah tinggal ikuti jalur pada skema rangkaian di bawah ini kemudian silakan rangkai semua komponen sama dengan skema yang saya buat Bagaimana ? mudah bukan cara membuatnya lampu ini ? Penutup Hanya ini yang dapat saya share di kesempatan kali ini semoga artikel Membuat Lampu LED Hemat Energi Dengan Rangkaian Sederhana ini bermanfaat buat anda dan bermanfaat juga buat semua orang. Salam,...
Lampu LED atau Light Emitting Diode, merupakan salah satu dari banyak jenis perangkat semikonduktor yang mengeluarkan cahaya ketika arus listrik telah melewatinya. Selain pencahayaannya, lampu LED pun juga merupakan bagian dari 7 segmen dalam jam dan pengatur waktu digital, yaitu ia yang bisa digunakan di remote control. Nah ada banyak jenis dari lampu LED, yang mana salah satunya adalah lampu LED hemat LED hemat energi merupakan salah satu lampu yang telah menjadi salah satu lampu yang berperan dalam memerangi borosnya energi, hal itu karena memang lampu LED hemat energi merupakan lampu yang pastinya bisa menghemat energi, yang mana itu memiliki banyak manfaat. Nah pada artikel kami di kesempatan kali ini, kami akan jelaskan kepada Anda mengenai lampu LED hemat energi, oleh karena itu silahkan simak artikel ini selengkapnya!Mengenal Lebih Lengkap Mengenai Lampu LED Hemat EnergiWalaupun bisa memberikan penerangan dengan watt yang tidak begitu besar, tetapi faktanya lampu telah menyumbang begitu besar konsumsi listrik yang ada pada rata-rata di setiap tempat. Nah hal itu karena memang umumnya lampu pastinya bukan hanya 1, lalu belum lagi lampu memang bisa menghasilkan penggunaan lampu berlebihan memang tidak dianjurkan, tetapi itu tidak menjadi solusi tepat jika Anda membutuhkan penerangan dalam pekerjaan atau hal penting lainnya. Jadi dengan begitu, maka solusi terbaik untuk mengatasi pemakaian lampu yang memang ingin dibutuhkan tetapi tidak makan energi, yaitu dengan mengganti lampu lama Anda dengan lampu LED yang hemat Lampu LED Hemat EnergiLampu hemat energi, selain memiliki pencahayaan yang efisien, lampu tersebut pastinya tidak makan energi begitu besar. Alasannya, karena lampu LED hemat energi umumnya telah menggunakan pengatur waktu dan peredup untuk menghemat listrik. Nah dari timer maka itu akan secara otomatis mematikan lampu saat tidak digunakan, yakni dengan mematikan lampu saat tidak digunakan. Kemudian ada juga dimmer yang memang dapat digunakan untuk menurunkan tingkat Kerja Lampu LED bisa Hemat EnergiBukan hanya ada timer otomatis yang bisa membuat lampu LED bisa hemat energi, melainkan ada juga moving sensor yang ada pada beberapa lampu LED. Nah moving sensor tersebut bisa hemat energi, karena ketika ada orang di jarak tertentu, maka lampu akan menyala dengan sendirinya. Kemudian akan sebaliknya mati, jika tidak ada orang sama sekali di dekat lampu LED hemat energi tersebut. Selain itu, ada juga daya listrik yang rendah, yang memang bisa hemat energi, bahkan bisa membawa keuntungan bagi Lampu LED yang Hemat EnergiBerikut adalah beberapa jenis-jenis lampu LED yang hemat energi dan bisa membantu Anda untuk hemat serta membawa keuntunganLampu Downlight LED Proforce Orion Panel 18 Watt 4 Inch 1440 LumenLampu TL LED Proforce T5 15 Watt Panjang 80 CM Warna WarniLampu Bohlam LED Proforce Eco Fit 30 Watt 3000 LumenLampu Darurat Emergency LED Proforce Vision 6 Watt 480 LumenLampu Bohlam LED Proforce Eco Fit 15 Watt 1500 LumenNah jadi itulah artikel dari kami yang membahas segalanya tentang lampu LED hemat energi. Sekian dari kami, semoga jadi manfaat bagi Anda dan juga kepada semuanya. Untuk lampu terbaik dengan sistem otomatis serta hemat energi dan ramah lingkungan, maka lampu sensor Proforce adalah yang terbaik untuk Anda. Mengenai lampu sensor Proforce, Anda bisa mendapatkannya serta ketahui lebih lanjut di
Karenaitu lampu neon lebih hemat energi dibanding bohlam. Yang terakhir lampu LED. Lampu Led adalah lampu yang terdiri dari kutub anoda dan katoda. Lompatan ion di katoda dan anoda di ruang hampa ini yang membuat lampu LED menyala. Dan panas yang ditimbulkan saat lompatan ini terjadi hampir tidak ada atau sangat kecil.CaraMembuat Lampu Emergency Sendiri 1. Tentukan Spesifikasi Lampu Emergency a. Menentukan Jenis Lampu = LED. Lampu HID ; LED; Untuk proyek kali ini, akan digunakan lampu LED dengan pertimbangan bahwa lampu jenis ini sangat hemat energi (efisien). Selain itu, LED sangat mudah untuk diperoleh, harganya juga cukup murah,. Selain itu cahaya
JAKARTA, - Penggunaan lampu di rumah tanpa disadari mengonsumsi energi cukup banyak, terlebih bila menyala sepanjang hari. Namun, jumlah energi ini tergantung pada jenis lampu yang digunakan. Dilansir dari Energy Government, Kamis 9/6/2022, semua bohlam lampu memiliki umur operasi nominal atau terukur yang dipengaruhi seberapa sering lampu menyala dan mematikannya. Semakin sering lampu menyalan dan dimatikan, semakin rendah umur pengoperasiannya. Berikut jenis lampu dan seberapa sering harus mematikannya agar menghemat biaya. Baca juga 3 Tips Menjaga Bahan Makanan di Kulkas Tetap Dingin Saat Mati Lampu Lampu bohlam pijar SHUTTERSTOCK/ATK WORK Ilustrasi lampu di rumah. Lampu bohlam pijar harus dimatikan kapan pun saat tidak diperlukan karena ini jenis penerangan paling tidak efisien. Sebab, 90 persen dari energi yang digunakan lampu dikeluarkan sebagai panas dan hanya sekitar 10 persen yang menghasilkan cahaya. Selain itu, mematikan lampu bohlam pijat juga membuat ruangan lebih sejuk, terutama pada musim panas. Baca juga Tips Feng Shui Pencahayaan Kamar Tidur, Jangan Pakai Lampu Warna Merah Lampu halogen Lampu halogen lebih efisien daripada lampu pijar tradisional dan jauh lebih efisien daripada CFL dan LED. Meski demikian, tetap harus mematikan lampu ini saat tidak digunakan. Lampu CFL Meski sangat efisien, efektivitas biaya mematikan lampu CFL untuk menghemat energi sedikit lebih rumit. Aturan umum adalah jika Anda berada di luar ruangan selama 15 menit atau kurang, biarkan lampu tetap menyala. Namun, apabila Anda berada di luar ruangan selama lebih dari 15 menit, matikan. Masa pakai CFL lebih dipengaruhi berapa kali mereka dinyalakan dan juga 4 Tips Memilih Lampu Meja untuk Ruang Kerja di Rumah Untuk memperpanjang umur bohlam CFL lebih banyak, sebaiknya menyalakan dan mematikannya lebih jarang daripada menggunakannya lebih sedikit. Ini adalah kepercayaan umum bahwa CFL menggunakan banyak energi untuk memulai dan lebih baik tidak mematikannya untuk waktu singkat. Jumlah energi bervariasi antara produsen dan model. Jumlah listrik yang dikonsumsi lampu CFL untuk memasok arus masuk sama dengan beberapa detik atau kurang dari operasi lampu normal. Mematikan lampu CFL selama lebih dari lima detik dapat menghemat lebih banyak energi daripada yang akan digunakan untuk menyalakannya kembali. Baca juga Ragam Keunggulan lampu LED yang Perlu Diketahui Lampu LED Unsplash/mehedi192 Ilustrasi lampu LEDMasa pakai lampu LED tidak terpengaruh dengan menyalakan dan mematikannya. Sementara itu, masa pakai lampu fluoresen berkurang. Semakin sering menyala dan mematikan lampu, tidak akan berefek negatif pada masa pakai LED. Karakteristik ini memberi lampu LED beberapa keunggulan berbeda dalam hal pengoperasian. Misalnya, lampu LED memiliki keunggulan bila digunakan bersama dengan sensor okupansi atau sensor siang hari yang mengandalkan operasi on-off. Baca juga Cara Menghemat Energi Listrik Berdasarkan Jenis Lampu Selain itu, berbeda dengan teknologi tradisional, lampu LED menyala dengan kecerahan penuh hampir seketika tanpa penundaan. Sebagian besar lampu LED juga tidak terpengaruh oleh getaran karena tidak memiliki filamen atau penutup kaca. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. LEDlebih hemat energi 80% sampai 90% dibandingkan lampu lain, karena dapat dialiri tegangan listrik rendah. Penggunaan lampu LED juga lebih awet, bahkan bertahun-tahun lamanya. Cara Membuat Bubur Kacang Hijau yang Enak dan Kental, Mudah! Health. Jumat, 05 Agustus 2022 17:32 WIB JAKARTA, daya di rumah bisa kamu mulai dengan mengganti lampu penerangan dengan LED. Karena, dibandingkan dengan lampu neon, lampu LED dapat menghemat 20 persen hingga 50 persen atau lebih biaya energi. Penghematan daya ini tentu akan mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk membayar menguntungkan untuk kita, lampu LED juga membantu lingkungan. Dengan membakar lebih sedikit energi dan membutuhkan lebih sedikit penggantian, mereka mengurangi emisi karbon dan kekacauan di tempat pembuangan akhir. Baca juga Tak Ada Sinar Matahari? Kamu Tetap Bisa Berkebun dengan Lampu LED Ini Lampu LED juga tidak mengandung merkuri, tidak seperti lampu neon. Komponen ini sangat beracun sehingga di beberapa negara mengharuskan neon untuk didaur ulang daripada dan tidak dibuang ke tempat neon juga sangat rapuh dan mudah pecah, membahayakan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya. Di sisi lain, lampu LED tahan pecah dan jauh lebih kuat daripada fluorescent. Itu membuat mereka menjadi pilihan menyeluruh yang lebih aman untuk aplikasi apa pun, terutama jika anak-anak menggunakannya untuk menerangi ruangan. Selain pertimbangan lingkungan dan ekonomi, LED menawarkan manfaat lain. Tidak seperti neon, mereka tidak akan mengeluarkan cahaya yang mengganggu dan berkedip-kedip. LED juga memberikan cahaya yang lebih terang, menjadikannya ideal untuk ruang kerja dan menyelesaikan tugas. Selain itu, LED tersedia dalam berbagai warna, dari hangat hingga dingin, memberimu kemampuan untuk memilih LED yang tepat untuk ruangan yang akan digunakan untuk penerangan. Baca juga Berkat Lampu LED, Tagihan Listrik Penerangan Jalan Umum DKI Turun 60 Persen Pilihan Lampu LED hadir dalam berbagai bentuk dan berasal dari berbagai merek. Salah satu merek yang bisa kamu pilih adalah lampu Nanolite. Menghadirkan desain premium, Nanolite telah memenuhi kriteria Standar Nasional Indonesia terkait lampu LED. Jenis yang ditawarkan juga beragam mulai dari bulb, downlight dan lightstrip.Emisilampu LED disebabkan oleh komponen: Indio. Galio. Nitrogen. Al bercampur dan karena arus mereka terus memancarkan cahaya kebiruan. Dengan mencampur komponen pada lapisan dioda yang telah dibuat dengan beberapa lapisan silikon, dan menerapkan listrik melanjutkan untuk menerangi.
Kamu bisa cari tahu cara membuat rangkaian lampu LED untuk penerangan rumah yang lebih baik dan menyala. Simak tips dan triknya secara cepat dan mudah di sini selengkapnya! Seiring berjalannya waktu, penerangan rumah bukan hanya sekadar pencahayaan semata melainkan juga ada kaitannya dengan efisiensi daya listrik. Rumah yang terang kini semakin hemat energi dengan usia pakai lampu untuk jangka panjang, khususnya pada penerangan interior rumah. Salah satu cara yang tepat adalah penggunaan lampu LED yang diklaim mampu menghemat daya listrik hingga 85% dibanding lampu biasa. Hal ini pastinya sangat fantastis, bahkan sebuah lampu LED juga bisa digunakan hingga belasan tahun sehingga menghasilkan nilai ekonomis tinggi. Secara fakta tersebut, lampu LED pastinya memiliki banyak manfaat yang baik untuk kebutuhan rumah tangga. Usut punya usut kamu juga bisa membuat rangkaian lampu LED sebagai penerangan rumah sehingga menghasilkan suasana yang lebih nyaman dan menarik. Seperti apa proses dan cara membuat rangkaian lampu LED untuk kebutuhan rumah tangga? Simak pembahasannya bersama-sama! Sumber Lampu LED memang dikenal sangat efisien daya, namun harga bohlam cenderung lebih mahal dibandingkan lampu lainnya. Pasalnya, kamu harus merogoh kocek mulai Rp50 ribu unuk sebuah lampu LED saja, bukan tak mungkin harga tersebut ikut terkerek hingga lebih dari Rp150,000. Harga tersebut juga bergantung pada masing-masing merek lampu, sehingga keberadaan lampu LED masih belum terdistribusi dengan baik. Oleh sebab itu, tak ada salahnya untuk membuat rangkaian lampu LED untuk penerangan rumah berbiaya rendah dan mudah di pasaran. Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa cari tahu apa saja perlengkapan dan estimasi harga komponen membuat rangkaian lampu LED untuk penerangan rumah berikut ini 1. Lampu LED warna putih bening sebanyak 25 pcs. Rp500,- Rp12,500,- 2. Dioda IN4007 sebanyak 4 pcs 1,000,- Rp4,000,- 3. Kapasitor milar 330nF/450 Volt 1,000,- Rp1,000,- 4. Elco 4,7 uF/450 Volt 1,500,- Rp1,500,- 5. Resistor ukuran R 470K 250,- Rp250,- 6. Resistor ukuran R 330 ohm 250,- Rp250,- Total pengeluaran Rp19,500 Apabila kamu sudah memiliki lampu bekas efisiensi CFL Compact Fluorescent Light yang sudah rusak, maka bekas lampu tersebut jangan dibuang dulu. Karena kamu bisa gunakan sebagian komponennya untuk membuat lampu LED murah ini, hanya tinggal beli paket yang kurang saja. Pada rangkaian bekas ballast CGL, sudah hampir semua komponennya tersedia sangat lengkap. Langkah Membuat Rangkaian Lampu LED untuk Penerangan Rumah Sumber 1. Langkah awal yang perlu disiapkan adalah membuat rangkaian dengan memanfaatkan casing lampu jari. Casing tersebut akan dimanfaatkan sebagai pengganti wadah untuk lampu LED efisiensi ini, untuk pemantul cahayanya gunakan bekas kaset VCD yang sudah rusak. Setelah rangkaian dibuat, kamu bisa uji coba dengan LED sementara melalui rangkaian seri, kemudian dicoba melalui listrik AC 220 volt. Tidak disarankan untuk memegang rangkaian listrik karena terhubung langsung dengan listrik bertegangan tinggi 220 volt. 2. Kemudian pasangkan rangkaian lampu yang sudah jadi ke dalam tempat bekas lampu jari. Buat proses rangkaiannya dengan presisi sehingga terlihat bersih dan estetis. 3. Kemudian, uji coba kembali rangkaian lampu LED yang telah kamu buat sebelum dipasang permanen. 4. Tahap membuat rangkaian lampu LED untuk penerangan rumah menghasilkan tekstur terang untuk ruangan dan kamar tidur. Meski belum sebaik lampu hemat energi, namun efisiensi penggunaan lampu ini diklaim efisien hingga 85%, dan tetap lebih awet dibanding lampu hemat energi. Hitung BIaya Listrik Membuat Rangkaian Lampu LED untuk Penerangan Rumah Umumnya, daya listrik lampu LED rata-rata sekitar 1,85 Watt per lampu, sehingga dipastikan jauh lebih terjangkau penggunaan daya listriknya. Jika dihitung berdasarkan tarif dasar PLN selama sebulan maka caranya Lampu dihidupkan selama 12 jam/ hari 18 00 – 16 00, maka harga tarif dasar listrik PLN per kWh adalah 1. R1 daya 450 VA Rp415 per kWh 2. R1 daya 900 VA Rp605 per kWh 3. R1 daya 1,300 VA Rp979 per kWh 4. R1 daya 2,200 VA Rp1,004 per kWh Rumus perhitungan Pemakaian x Tarif Dasar Listrik Jika listrik rumah menggunakan 2,200 VA, maka perhitungannya adalah sebagai berikut 1,85 watt x 12 jam = 22,2 Watt. Dalam satu bulan = 22,2 Watt x 30 hari = 666 Watt 0,666 kWh Uang yang dikeluarkan untuk biaya listrik lampu LED. 0,666 kWh x Rp1,004 = Rp668,64,- Artinya biaya satu lampu membutuhkan uang senilai Rp668,4 kemudian kalikan saja dengan jumlah lampu yang ada di dalam rumah untuk menghitung secara lebih mudah dan jelas. Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang cara membuat rangkaian lampu LED beserta perhitungannya menurut angka. Temukan inspirasi menarik seputar hunian dan tips bangun rumah, selengkapnya di Wujudkan hunian idaman kamu seperti Gateway Park of LRT City, hanya di dan yang pastinya AdaBuatKamu!
CaraMenghemat Listrik; 2. Menggunakan lampu hemat energi; 3. Matikan perangkat elektronik jika tidak digunakan; 4. Hemat air; 6. Mengguankan timer AC; 7. Memastikan rice cooker sesudah digunakan; 8. Mengurangi penggunaan mesin cuci; 9. Rutin membersihkan freezer; 11. Jemur baju di bawah sinar matahari; 12. Matikan lampu saat tidur; 13. Memasak - Banyak cara yang bisa kita lakukan demi menghemat tagihan listrik di rumah. Salah satunya dengan memperhatikan jenis lampu yang digunakan serta pemakaiannya di setiap daya yang digunakan pada lampu tidak terlalu besar dibandingkan dengan perabotan elektronik lain, tetapi jika di dipakai terus-menerus tentu dapat membuat tagihan listrik membengkak. Baca juga Ragam Keunggulan lampu LED yang Perlu Diketahui Hal pertama yang bisa kita lakukan untuk menghemat listrik adalah menggunakan light emitting diode atau lampu LED. Teknologi yang dihadirkan lampu LED ini dapat menghemat penggunaan daya dalam menerangi suatu ruangan dibandingkan lampu neon atau pijar."LED itu sudah jelas hemat listrik, dari 40 watt kita hanya pakai 4 watt atau 7 watt. Itu saja sudah ada penghematan pemakaian listrik." Begitu kata Yudith Nurwulan, public relation and business development in-Lite, di Jakarta, Kamis 9/6/2022. Selain lebih hemat energi, lampu LED juga termasuk ke dalam perabotan rumah tangga yang berkelanjutan. Penggunaannya dapat dikatakan mengurangi emisi karbon serta tidak menghasilkan panas berlebih dan tidak ada senyawa berupa merkuri atau komponen kimiawi yang berpotensi merusak lingkungan ketika sudah tidak terpakai atau rusak. Baca juga Selain Estetik, Lampu Sunset Dapat Membuat Perasaan Lebih Baik Selain itu, cara selanjutnya dalam menghemat listrik dengan lampu adalah penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan.